Media Berita Online Bali Terkini, Kabar Terbaru Bali - Beritabali.com

Pembangunan RS Nyitdah Dikebut Tuntas 2020

Bupati Eka dan Komisi II dan IV DPRD Tabanan saat sidak RS Nyitdah Tabanan. Senin (16/10). Foto: Liputan Bali.Com

TABANAN – Pemerintah Kabupaten Tabanan tidak main main dengan proyek pembangunan RS Nyidtah,Kediri, Tabanan yang kini tengah berlansung.  Bahkan Bupati Tabanan, Ni Putu Eka Wiryastuti menyempatkan diri memantau langsung pembangunan dengan mengelilingi proyek pembangunan rumah sakit. Pembangunan RS Nyitdah tersebut ditarget selesai 2020, dengan memakai dana pinjaman sementara waktu.

Meski menggunakan dana talangan dari pihak lain yakni PT SMI sebesar Rp 201 Miyar, namun Pemda Tabanan yang diamini jajaran legislatife yakni komisi II dan IV  DPRD Tabanan sepakat dan teap optimis melanjutkan pembangunan RS nyidtah hingga tuntas.

Jika pembangunan selesai, dampak yang akan dirasakan masyarakat Tabanan cukup besar. Termasuk kapasitas daya tampung rumah sakit mencapai 527 orang. Dengan demikian, warga Tabanan tidak perlu lagi untuk pergi berobat ke luar Tabanan sebab sudah memiliki rumah sakit yang memadai.

“Soal pinjaman itu, sebenarnya program PT SMI itu merupakan program pemerintah pusat dalam hal ini Departemen Keuangan, untuk menpercepat program pemerintah di bidang pelayan di bidang struktur. Dalam hal ini, bukan saja Pemda Tabanan yang meminjam, namun beberapa kabupaten di Bali juga melakukan upaya sama guna menuntaskan proyek infra strukstur demi pelayanan kepada masyarakat,” tegas Eka di sela sela kunjungannya. Senin (16/10).

Eka juga memaparkan,  bahwa dirinya ingin mewariskan sesuatu yang baik, termasuk investasi yang berguna bagi masyarakat Tabanan khususnya dalam bidang pelayanan kesehatan.

Untuk itu pembangunan RS Nyitdah diharapkan bisa rampung agar masyarakat Tabanan bisa terlayani dengan baik. Selain itu, pihaknya sudah berkordinasi dengan pemerintah terkait pinjaman tersebut dan kami yakin bisa untuk menyicil sebab dengan bunga ringan dan periode cukup panjang.

Saat ini, kebutuhan akan tempat tidur khusus pasien berobat di Tabanan mencapai 800 tempat tidur. Jumlah tersebut diambil dari  rasio prosentase jumlah keseleruhan masyarakat Tabanan yang berjumlah 400 ribu orang lebih.

Jika RS Nyidtah rampung, maka akan mampu menampung 527 pasien dan cukup memadai untuk memberikan layanan kesehatan untuk masyarakat Tabanan sehingga tidak perlu lagi pergi berobat ke luar Tabanan seperti Rumah Sakit Badung maupun RSUP Sanglah.

“Mau gimana lagi, Kamar RSUD Tabanan sudah tidak memadai lagi. Jusru dengan membangun RS Nyitdah ini saya justru mewariskan sesuatu yang baik, sesuatu investasi yang baik mementingkan pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.

Saat ini pembangunan RS Nyitdah baru tahan 30 persen, yakni baru tahap pembangunan gedung D dan E untuk ruang instralasi bedah central dengan ruang rawat inap. Berikutnya akan dibangun 23 poliknik disamping ruang linen dan ruang untuk gizi.

Pengerjaan RS Nyitdah itu sendiri akan dibangun secara bertahap menggunakan dana 201 milyar. Tahun 2018 ini, ada empat ruang yang ditarget selesai pembangunannya yakni ruang bedah, ofgin, syaraf dan ruang penyakit dalam. (Cia).   

Komentar