Media Berita Online Bali Terkini, Kabar Terbaru Bali - Beritabali.com

Polisi Gagalkan Penyelundupan Daging Ilegal

Polisi Kawasan Laut Gilimanuk saat memeriksa box yang berisi daging tanpa dokumen. Rabu (6/12). Foto : Sud

JEMBRANA – Jajaran Unit Reskrim Polsek Kawasan Laut Gilimanuk, mengamankan satu setengah ton daging bebek dan satu setengah kwintal daging babi. Ribuan kilo daging tersebut diamankan karena tidak dilengkapi dokumen kesehatan hewan dari karantina asal.

Ribuan kilo daging tanpa dokumen diamankan dari kendaraan Box, DK 9420 FA yang dikemudikan oleh Mujiono (51), asal Surabaya. Polisi yang rutin berjaga di pos pemeriksaan Kendaraan, Orang dan Barang, pintu masuk Bali, mendapati kendaraan expedisi tersebut mengangkut puluhan box. Rabu(06/12).  

Setelah dilakukan pemeriksaan polisi menemukan 18 box yang berisi daging. Mujono juga tidak mampu mampu menunjukan surat-surat resmi dokumen pengiriman daging tersebut.

“Semestinya selain membawa surat jalan, pengiriman Hewan, Daging, ikan dan Tumbuhan, beserta turunannya harus dilengkapi dengan Surat Keterangan Kesehatan dari Karantina asal,” ungkap Kanit Reskrim Polsek Kawasan Laut Gilimanuk, AKP I Komang Mulyadi, seijin Kapolsek Polsek Kawasan Laut Gilimanuk.

                           

Ditambahkan Mulyadi, atas pelanggaran tersebut, pihaknya mengamankan ke 18 box tersebut ke Mako Polsek Kawasan Laut Gilimanuk, seperti diamanatkan dalam UU RI nomer 16 tahun 1992, tentang Karantina.

Setelah di periksa lebih teliti, dari 18 box, 15 box diantaranya berisi daging bebek beku seberat 1,5 ton. Sedangkan tiga box sisanya, berisi daging babi seberat 1,5 Kwintal.

Terungkapnya pengiriman ini, berkat kejelian aparat kepolisian saat melakukan pemeriksaan barang, orang dan kendaraan.

“Kami melalui Tim Unit Lengkap, terus melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan, barang dan orang, baik di pos 1 atau pos pemeriksaan pintu keluar Bali, maupun di Pos 2 di pintu masuk Bali. Meski sudah sering dilakukan penangkapan namun pengiriman barang ilegal dari Jawa ke Bali terus saja terjadi, dengan modus baru.” Imbuh Mulyadi.

Sementara itu, sopir mobil box expedisi, Mujiono mengaku tidak mengetahui sisi box yang dibawanya. Karena itu, setelah menjalani pemeriksaan, sopir di ijinkan melanjutkan perjalanan ke Denpasar, Bali. (Sud/Cia)

Komentar