Media Berita Online Bali Terkini, Kabar Terbaru Bali - Beritabali.com

Cok Rat Pastikan Kemenangan Mantra-Kerta di Tabanan

Sesepuh PDI-P Bali, Cok Ratmadi saat kunjungan ke politisi Nasdem I Wayan Sukaja di Marga. Selasa (6/2). Foto : Ist

TABANAN – Sesepuh PDI-P Bali, Cok Ratmadi terus membuat kejutan ditengah semakin menghangatnya isu politik Pilgub Bali. Setelah membantah klaim Sekjen PDI-P, Hasto Cristyanto, Pengelingsir Puri  Satria ini justru mendatangi Kabupaten Tabanan guna memastikan kemenangan Mantra-Kerta di Kandang Banteng tersebut.

Tanpa sungkan Cok Rat justru berkunjung ke rumah Mantan Polisitisi PDI-P, I Wayan Sukaja yang kini sudah berseberangan dengan partai moncong putih tersebut. Meski merupakan yang pertama, namun kunjungan Cok Rat semakin menujukkan bahwa dirinya se akan tidak mau tunduk dengan kebijakan aturan PDI-P yang harus mendukung Koster-Ace.

Bahkan saat berkunjung ke rumah Sukaja, Selasa (6/2), Cok Rat mengaku tidak takut dipecat meski dirinya dianggap menentang kebijakan partai sekalipun. Tiba di rumah I Wayan Sukaja di Banjar Bugbugan, Desa Marga Dajan Puri, Kecamatan Marga, Tabanan, Cok Rat nampak didampingi istrinya usai melakukan pengobatan mata gratis di Pinge, Desa Baru, Marga, Tabanan.

Meski terkesan dipaksa untuk mengikuti aturan partai, namun Dewan Pertimbangan PDI-P ini juga tetap dengan pendiriannya, bahwa dirinya akan tetap mendukung Mantra-Kerta diajang Pilgub Bali Juni mendatang.

“Saya datang ke rumah I Wayan Sukaja untuk memastikan kemenangan Mantra – Kerta di Tabanan,” papar Cok Rat pendek.

Selain memastikan upaya pemenangan Calgub Koalisi Rakyat Bali (KRB) tersebut, Cok Rat juga mengaku sengaja memilih bertamu ke rumah Sukaja karena gampang diajak kerjasama, sekaligus memastikan kesiapan Sukaja dalam upaya pemenangan Mantra – Kerta di Tabanan.

Meski Sukaja merupakan kader Partai Nasdem, namun karena sudah gampang diajak bekerjasama, maka dirinya pun yakin bahwa upaya menyutukan visi dan misi pemenangan Mantra-Kerta akan semakin mudah di Tabanan.

Dalam pertemuan tersebut, Cok Rat bahkan memperlihatkan gambar video berdurasi 1.36 detik berisi gambar perbandingan perolehan suara terbaru yang dibuat oleh tim Jokowi. Dalam video itu, pasangan Mantra - Kertha positip memperoleh suara 50 persen. Berbeda jauh dengan  pasangan KBS - Ace yang dominan sentimen netral mencapai 70 persen. Netral itu diartikan banyak publik belum tahu dan masih ngambang dari program KBS-Ace. 

Sama seperti ungkapan sebelumnya, Cok Rat menilai bahwa PDIP di Bali sudah tidak lagi rasa Mega atau tidak berwarna Mega lagi. Bahkan sebenarnya, pilihan Megawati saat ini hanya setengah-setengah.

“Sebenarnya ingin memilih Gus Rai, tetapi banyak kubu yang tidak setuju. Jadi sudah tidak lagi ada rasa Mega," imbuhnya. 

Untuk itu, dirinya memutuskan memilih bersikap independen karena didasari dengan sikap jujur dalam berpolitik. Menurutnya, sekarang ini, bukan pemilihan partai tetapi sekarang memilih figur, dan lain halnya jika ada pemilihan legislatif maka akan memilih partai. Bahkan Cok Rat juga merasa, meskipun ia menjadi Dewan Pertimbangan merasa omonganya tidak didengar.

Oleh karena itu ia berpesan, kembali kepada hati nurani, kalau ingin memperbaiki cari yang jujur dan jangan dipaksa-paksakan.

"Jadi kalau yang ada indikasi-indikasi korupsi jangan dipakai, siapa tahu nanti ada permasalah bisa diambil  KPK," tegas Cok Rat. (*/Cia)

Komentar