Media Berita Online Bali Terkini, Kabar Terbaru Bali - Beritabali.com

Bukti Koster-Ace Lebih Unggul, Penunggu Pasien Dapat Program Tanggungan

Koster-Ace ditengah-tengah deklarasi dukungan warga di Selemadeg Tabanan. Senin (26/2). Foto: Ist

TABANAN – Satu lagi keunggulan Koster-Ace untuk masyarakat Bali. Jika berhasil menang di ajang Pilkada Bali Juni 2018 mendatang, paket ini sudah memperogramkan tanggungan para penunggu pasien di rumah sakit yang sedang menunggu keluarganya yang sedang sakit.

Meski bukan merupakan program yang baru di Bali, namun program yang akan dicanangkan ini, sekaligus bentuk penyempurnaan dari program Jaminan Kesehatan Bali Mandara (JKBM) yang akan diberi nama Krama Bali Sehat atau KBS.

Nantinya, Bukan hanya program kesehatan gratis bagi Krama Bali Sehat (KBS) yang akan dilakukan, namun pasangan Cagub dan Cawagub nomot urut 1 ini juga memberikan jaminan tanggungan bagi para penunggu pasien di rumah sakit.

"Nanti tiyang (saya) akan lanjutkan, tapi akan diformat lebih disempurnakan lagi. Namanya Krama Bali Sehat alias KBS. Jenis tanggungan penyakitnya nanti lebih banyak lagi. Bahkan para penunggu pasien juga akan kami beri tanggungan," tegasnya saat deklarasi kebulatan tekad warga serta tokoh masyarakat se-Kecamatan Selemadeg, di Wantilan Banjar Bajera, Desa Bajera Kaja, Kecamatan Selemadeg, Tabanan. Senin kemarin.

Menurut Koster, Program Jaminan Kesehatan Bali Mandara (JKBM) yang digagas Gubernur Bali Made Mangku Pastika, terbukti sangat membantu masyarakat di bidang pelayanan kesehatan gratis. Untuk itu pihaknya akan melanjutkan program kesehatan gratis tersebut.

Diakuinya program tanggungan bagi penunggu pasien bukan hal baru lagi di  Bali. Sebab dua kabupaten yang kebetulan kepala daerahnya berasal dari PDIP telah melaksanakan program tersebut. Kedua kabupaten itu, yakni Badung dan Jembrana.

"Di Badung, tahun 2016 kemarin sudah berjalan. Lalu Jembrana. Nanti semua kabuten/kota juga begitu, termasuk Tabanan. Anggarannya itu nanti dari Provinsi. Inilah pola satu jalur, program antara kabupaten/kota dan provinsi juga Pusat bersinergis terintegrasi," ungkapnya.

Alasan pihaknya merancang program ini adalah demi meringankan beban masyarakat, khususnya mereka yang berasal dari kelompok ekonomi menengah ke bawah.

"Kasihan khan mereka yang cuma bekerja sebagai pedagang kecil, petani atau buruh bangunan, pas ada keluarganya sakit, mereka jadi tidak bisa bekerja. Sehingga tidak punya penghasilan mereka. Terus mereka tidak punya uang, mau makan dari mana mereka? Di sinilah kita bantu mereka melalui program tadi," tutup Koster. (Tim/Cia)

Komentar