Media Berita Online Bali Terkini, Kabar Terbaru Bali - Beritabali.com

Wujudkan Lingkungan Clear dan Green, Pemda Badung Wajibkan Desa Miliki TSPT

Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta saat pimpin rapat pengolahan sampah terpadu di Puspem Badung. (Ist)

BADUNG - Pemerintah Kabupaten Badung mewajibkan semua Desa di Gumi Keris untuk memiliki Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TSPT). Targetnya adalah penanganan sampah guna mendorong terciptanya lingkungan yang Bersih dan Hijau (Clear and Green).

Hal itu ditegaskan Bupati Badung, Nyoman Giri Prasta saaat memimpin rapat mengenai pengolahan sampah berbasis masyarakat dan smart village di ruang rapat rumah jabatan Bupati Badung, Selasa kemarin.

“Ke depan, semua Desa di Badung harus mempunyai TPST agar tercipta lingkungan yang bersih dan hijau,” kata Giri.

Menurutnya, pembangun TPST sebagai tempat pengolahan sampah dengan 3R (Reuse, Reduce dan Recycle) harus segera diwujudkan di Badung, sebab melalui TSPT dan konsep bio village tersebut diharapkan bisa menjadikan Badung menjadi Kabupaten yang bersih dan hijau, bahkan bisa menghasilkan rupiah.  

Bupati Giri Prasta juga mengapresiasi pengolahan sampah yang bisa menghsilkan maggot (belatung) dan berharap konsep ini perlu dicontohkan di salah satu desa di Badung. Semua Desa di Badung diharapkan bisa mengimplementasikan konsep smart village sehingga menunjag komitmen Pemkab Badung dalam mewujudkan smart city.

Dalam kesempatan rapat di kawasan Puspem Badung tersebut juga dihadiri sejumlah kalangan termasuk, Kepala Dinas Pemeberdayaan Masyarakat Desa (Kadis PMD), Putu Gede Sridana, perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup dan Komimfo (DLHK), jajaran  Camat, Ketua Forum  Perbekel se Badung, I Gst Lanang Umbara serta Perbekel dan Sekdes se-Badung.

Sebelumnya, rapat juga berisi pemaparan perwakilan Black Soldier Fly (BSF) Indonesia yang berkesempatan memaparkan konsep pengolahan sampah organic basah untuk budi daya BSF. Budidaya ini bukan saja bisa menghasilkan manggot (belatung), namun jika dikelola dengan baik maka akan menghasilkan rupiah dengan budidaya yang cukup sederhana.  

“Manggot yang dihasilkan juga memiliki protein dan bermamfaat untuk pakan ternak seperti unggas dan ikan lele,” ujat Adi Akhmad dari BSF.

Menurut Adi, out put budidaya manggot ini juga bisa berupa BSF Meal, BSF Oil dan pupuk organic sehingga dapat menjadi nilai tambah untuk program pemberdayaan masyarakat melalui BUMDes.

Soal smart village juga dipaparkan pihak Kades Punggul, I Kadek Sukarma juga diberi kesemepatan mensosialsasikan konsep ‘smart village’ yang telah sukses mewujudkan smart village melalui aplikasi Gisdes (Geografis Sistem Desa) Punggul.

Menurutnya Sistem ini berbanfaat untuk berbagai hal seperti absensi pegawai desa, daftar tugas maupun pelayanan warga terkait administrasi kependudukan maupun pelayanan lainnya. (*)

Komentar