Media Berita Online Bali Terkini, Kabar Terbaru Bali - Beritabali.com

Warga Perantuan Geriana Kangin Terbentuk

foto : istimewa

KARANGASEM  - Warga parantauan Desa Pakraman Geriana Kangin terbentuk. Mereka juga telah berhasil membentuk kepengurusan beberapa waktu lalu, dengan Ketua I Ketut Mariasa, Sekreraris Jro Mangku Swi Wijana dan Bendahara Wayan Suda.

Sementara itu kemarin mereka secara resmi diterima Bendesa ada Geriana Kangin Jro Katut Yasa beserta prejuru lainya di Gedung Kesenian Desa Pakraman Geriana Kangin. Selaian itu hadir juga prejuru enam banjar adat yang ada di wewidangan Desa Pakraman Geriana Kangin.

Jro Yasa sendiri menyambut baik terbentuknya organisasi warga perantuan. Karena selama ini memang mereka tidak terdata. Dengan ada pengurusnya atau peguyubanya  maka akan mempermudah kordinasi mengenai ayah ayah juga hak dan kewajiban selalu warga rantau.

Sebab mereka  warga rantau ini juga memiliki hak menggunakan fasilitas Desa diantaranya adalah Setra. Selaian itu mereka juga punya kewajiban yakni keni pengepok sebesar Rp 100 ribu per tahunya.

Untuk pengepol seperti ini sudah berlaku ama di Geriana Kangin. Hanya saja kurang terdata dengan baik sehingga tidak ada sosialisasi dengan warga di rantau. Padahal warga Rantau sendiri mengaku sangat senang dan tersangjung bisa dilibatkan dalam berbagai kegiatan adat di Desa pakraman.

Sementara itu Ketua warga Parantuan Geriana Kangin Ketut Mariasa mengakui pembentukan ini juga karena mandate atau tugas yang diberikan Bendesa adat dan Prejuru Desa. Dimana diminta untuk mendata dan melakukan pendekatan kepada warga rantau Geriana Kangin, Duda, Selat, Karangasem yang ada di berbagai Kebupatan di Bali. “Saat itu utamanya yang ada di Denpasar sudah sempat beberapa kali menggelar pertemuan,” ujarnya.

Dengan wadah ini warga rantau akan semakin inten bisa bersama sama ikut membagun Desa Pakraman. Sekalipun mereka jauh namun hati dan jiwanya masih merasa sebagai warga dan kerama Geriana Kangin. Untuk diketahui yang baru terdata ada 42 kk warga rantau.

Mereka ini tersebar di Denpasar, Badung, Giantar, Tabanan, Buleleng, Negara dan juga Klungkung. Mariasa mengakui masih banyak warga yang belum terdata. Kedepan akan terus dilakukan pendekatan dan pendataan. (Oke)

Komentar