Pecalang Bakal Dapat Gaji, Begini Kata Ketua DPRD Tabanan
Ketua DPRD Tabanan, Nyoman Arnawa. (st)
TABANAN – Kabar baik datang untuk para Pecalang di Bali tak terkecuali untuk para Pecalang di Tabanan.
Meski baru sebatas usulan, namun kabar ini setidaknya bisa menjadi angin segar bagi para Pecalang yang selama ini bertugas mengamankan kegiatan sosial kemasyarakatan.
Usulan gaji untuk Pecalang itu diungkapkan oleh Ketua DPRD Tabanan, I Nyoman Arnawa usai membahas Rancangan Awal RPJMD Semesta Berencana Kabupaten Tabanan Tahun 2025–2029 pada Rabu, 14 Mei 2025.
“Pecalang digaji dalam konteks pengamanan di Bali. Karena Bali berbasis budaya, maka memiliki pecalang. Ini yang kita maksimalkan untuk menjaga ketertiban budaya, khususnya di Bali,” kata Arnawa.
Menurutnya, rencana pemberian gaji kepada pecalang juga sejalan dengan arah kebijakan Pemerintah Provinsi Bali. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Tabanan siap mengikuti kebijakan tersebut.
“Soal anggarannya akan kami bahas lebih lanjut. Apakah berasal dari pemerintah provinsi atau dari kami di kabupaten, itu akan didiskusikan lebih detail. Namun yang pasti, Tabanan siap,” ujar Politisi PDIP asal Penebel itu.
Arnawa menegaskan, wacana ini bukan muncul karena maraknya organisasi masyarakat (ormas) ilegal yang belakangan menjadi sorotan publik. Ia menyebut keberadaan pecalang sudah menjadi bagian dari sistem sosial dan budaya Bali sejak lama.
“Pecalang memang sudah ada sejak dulu di Bali. Sekarang tinggal kita mantapkan dalam bentuk pemberian gaji kepada mereka yang bertugas,” ujarnya.
Ia juga menolak keras keberadaan lembaga swadaya masyarakat (LSM) maupun ormas dari luar yang dianggap mengganggu keamanan dan ketertiban di Bali.
“Kami sebagai wakil rakyat tegas menolak adanya ormas atau LSM dari luar yang mengganggu keamanan di Bali,” kata Arnawa. . ***




Komentar