Media Berita Online Bali Terkini, Kabar Terbaru Bali - Beritabali.com

Bantiran Festival Resmi Dibuka Bupati Sanjaya, AA Darma Putra: Wahana Pelestarian Budaya Lokal Desa Bantiran

Ketua Komisi III DPRD Tabanan Anak Agung Darma Putra saat mendampingi Bupati Tabanan, Komang Gede Sanjaya saat pembukaan Bantiran Festival (Banfest) ke-2, pada Jumat, 4 Juli 2025. (st)

TABANAN - Ketua Komisi III DPRD Tabanan Anak Agung Darma Putra turut serta mendampingi Bupati Tabanan, Komang Gede Sanjaya saat menghadiri sekaligus membuka Bantiran Festival (Banfest) ke-2, pada Jumat, 4 Juli 2025.

Bantiran Festival (Banfest) ke-2 digelar di Bale Banjar Dinas Tejabukit, Desa Bantiran, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan dengan dihadiri sejumlah undangan dantaranya, Sekda dan Pimpinan perangkat daerah terkait, unsur Forkopimcam, para bendesa adat, Perbekel serta tokoh-tokoh masyarakat setempat.

Rupanya, Desa Bantiran tidak hanya kawasan agrowisata yang patut dikunjungi, namun juga memilik ragan kesenian dan budaya yang harus dilestarikan.

Tokoh setempat, AA Darma Putra yang sekaligus merupakan Ketua Komsi III DPRD Tabanan menyebutkan, ajang Bantiran Festival ke 2 sekaligus merupakan ajang pelestarian budaya lokal di desa Bantiran Pupuan.

“Hal ini sekaligus bentuk pelestarian warisan budaya lokal sekaligus dalam rangka memperingati Hari Jadi Desa Bantiran,” jelas Darma Putra atau kerap disapa Gung Baron.

Dalam kesempatan itu, Bupati Sanjaya menyampaikan apresiasi atas inisiatif masyarakat dalam menyelenggarakan festival tersebut.

Ia menilai, Desa Bantiran sebagai salah satu desa tua di Tabanan memiliki kekayaan sejarah, budaya, dan alam yang luar biasa.

“Kecamatan Pupuan, dengan hamparan kebun kopi, sawah terasering, dan hasil bumi lainnya, sangat layak menjadi destinasi agrowisata unggulan di Kabupaten Tabanan. Maka, saya menilai bahwa festival ini bukan hanya menyangkut aspek hiburan saja, namun juga merupakan strategi kebudayaan untuk membangkitkan ekonomi rakyat secara keseluruhan,” ujarnya.

Bantiran Festival ke-2 yang berlangsung selama 11 hari, dari tanggal 1 hingga 12 Juli 2025, menghadirkan beragam kegiatan menarik.

Di antaranya lomba permainan tradisional seperti layangan, mekoret antar banjar, serta mepentet (permainan karet) antar siswa SD, dan permainan tradisional lainnya seperti gangsing, tajog, dan gale-gale (tepak selodor).

Festival ini juga dimeriahkan dengan lomba kuliner membuat sate dan lawar, lomba penjor hias oleh ST, hingga lomba jegeg bagus ST. Selain itu, penampilan baleganjur dan gong kebyar dari berbagai sekaa seni turut menyemarakkan suasana. Sebagai penutup, pada tanggal 12 Juli mendatang, akan digelar pertunjukan musik spesial dari grup band lokal Bali.

Bupati Sanjaya pun memberikan dukungan positif terhadap semangat pelestarian budaya yang ditunjukkan masyarakat melalui berbagai lomba, permainan, dan pertunjukan seni yang sarat dengan nilai-nilai tradisional dan kearifan lokal.

“Warisan bali adalah budaya, dna budaya itu tidak akan hilang. jika emas kalau digerus terus akan habis, kalau budaya semakin kita pertahankan semakin bagus kan 7 keturunan tidak akan habis, jagalah budaya dan kearifan lokal kita.” Imbuhnya.

Lebih lanjut, Bupati Sanjaya mengajak seluruh masyarakat Bantiran untuk memanfaatkan momentum ini, tidak hanya sebagai ajang pelestarian budaya, tetapi juga sebagai sarana memperkuat solidaritas sosial, mempromosikan produk lokal, dan meningkatkan daya saing daerah.

Dengan mengusung tema “Kumara Guna” yang berarti Anak yang Berguna, Bantiran Festival tahun ini menyampaikan pesan penting tentang harapan masyarakat terhadap generasi muda agar tumbuh menjadi insan yang bermanfaat bagi bangsa, negara, dan lingkungannya.

Ketua Panitia, Agus Putu Eka Nanda menekankan bahwa festival ini merupakan wadah kreativitas, aktivitas, dan kolaborasi seni tradisi yang melibatkan seluruh elemen masyarakat Bantiran, mulai dari ibu-ibu PKK, karang taruna, perangkat desa, pelaku usaha lokal, hingga masyarakat umum.

Turut hadr dalam kesempatan itu, anggota DPRD Kabupaten Tabanan, Sekda dan Pimpinan perangkat daerah terkait, unsur Forkopimcam, para bendesa adat, Perbekel serta tokoh-tokoh masyarakat setempat. ***

Komentar