STIP Abdi Negara Mewisuda Sarjana dan Magister TA 2024/2025 Mayoritas Keturunan Papua
LIPUTANBALI.COM, Depok – Sekolah Tinggi Ilmu Pemerintahan (STIP) Abdi Negara menggelar wisuda Sarjana maupun Magister tahun akademik 2024/2025 dengan penuh semarak. Mayoritas dari para sarjana ini berasal dari mahasiswa keturunan Papua. STIP Abdi Bangsa merupakan salah satu lembaga pendidikan yang memberikan fokus peningkatan pendidikan wilayah Papua.
“Sebenarnya memprihatinkan, pendidikan bagi masyarakat khususnya di wilayah Papua. Aturan, pemekaran wilayah sebanyak 80 persen ASN (Aparatur Sipil Negara) harus dari warga Papua. Disisi lain, warganya Papua sendiri belum semua siap, inilah salah satu membuat lulusan STIP Abdi Negara ini mayoritas diikuti warga Papua,” urai Dr.Sony Sumarsono, Ketua Yayasan STIP Abdi Negara, disela kegiatan Wisuda di Depok, Kamis (17/7).
Menurutnya, kesenjangan kesempatan memperoleh pendidikan bagi masyarakat Papua cukup tinggi secara nasional. Begitupun perilaku budaya dalam organisasi pemerintahan masih terbilang agak tertinggal. “STIP Abdi Negara inilah kami mendidik dengan menyentuh hati mereka. Kami lebih perhatian terhadapnya. Apabila keakraban terjalin dan saling percaya, mereka itu bahkan lebih gigih, dan siap mati untuk NKRI.”
Seperti diketahui, lanjut Sony menguraikan, pendidikan di kota besar seperti Kota Jakarta dan daerah lainnya secara terbuka mengarah kepada kegiatan praktis, bisnis pendidikan. Bagi masyarakat Papua sendiri, untuk bisa sekolah di universitas terkenal seperti UI, misalnya sangat kecil kemungkinan bisa masuk.
“Jadi baru masuk TPA (tes potensi akademik), saja tidak lolos. Karena itu, tidak boleh disamaratakan, mereka besar tidak dibarengi dengan gemerlap teknologi modern seperti orang kota. Lalu mereka kemana? kami STIP Abdi Bangsa ini yang mengamodir mereka hingga mampu menempuh sarjana.”
STIP Abdi Negara kali ini meluluskan sebanyak 74 wisudawan, dan separuhnya wisudawan berasal dari Papua. Para wisudawan ini, mayoritas akan menempati posisi jabatan di Papua, seperti Kepala Distrik atau Camat.
“Masih banyak lurah tak bisa baca tulis, dan ada mahasiswa ke Jakarta ini belum tahu cara pencet Lift, melihat kereta seperti barang ajaib. Nah inilah, jauh perbedaan, sehingga kalau ke kampuspun, kami sentuh hatinya, dan kami perhatikan semua.”
Sementara, Ketua Senat STIP Abdi Negara, Prof. Dr. Ermaya Suradinata mengatakan, kualitas SDM menjadi andalan ditengah geopolitik dunia sedang tidak menentu. Menurutnya, STIP AN harus bertranformasi menjadi Green Campus, dan mampu bersaing.
“Sebagian besar mahasiswa disini ASN, dan memiliki kekerabatan yang kuat dengan seniornya, dan ada yang menduduki jabatan penting di pemerintahan.STIPAN menyiapkan peminpin yang profesional dan bermoral. Nantinya juga kedepan akan disiapkan Doktoral STIPAN.”/








Komentar