Media Berita Online Bali Terkini, Kabar Terbaru Bali - Beritabali.com

Dewan Sanggulan Dorong Perkembangan Destinasi Wisata Memancing di Kabupaten Tabanan

Anggota Komisi I DPRD Tabanan, I Ketua Arsanayasa alias Saddam. (ist)

TABANAN – Jajaran Dewan Sanggulan tak ingin berpangku tangan terus menggalakkan sejumlah potensi bagi Masyarakat di Kabupaten Tabanan.

Tak ketinggalan upaya menggeliatkan prekonomian Masyarakat lewat aktifitas perairan laut turut digenjot khsusunya sarana wisata memancing bagi tourism bagi para pemancing.

Salah satu anggota Komisi I DPRD Tabanan, I Ketut Arsanayasa yang juga sebagai Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI)  Kabupaten Tabanan menjelaskan potensi perairan laut untuk dijadikan sebagai sarana wisata memancing bagi tourism.

“Sebenarnya ide membentuk satu destinasi memancing bagi mereka penghobby memancing ataupun bagi para pemancing Profesional sudah dilakukan sejak masa pandemi beberapa waktu lalu,” ungkap Arsanayasa saat ditemui selepas acara sidang Paripurna, Kamis 21 Maret 2024.

Arsanayasa atau dikenal dengan sebutan Saddam itu memaparkan jika kawasan pesisir di bagian selatan Kabupaten Tabanan tidak saja menarik sebagai destinasi wisata pesisir yang bisa dinikmati oleh masyarakat Tabanan dan sekitarnya, namun juga menjadi salah satu destinasi memancing bagi mereka yang hobby memancing.

Ada banyak lokasi mancing di Kabupaten Tabanan, mulai dari Pantai Yeh Gangga dengan aktivitas memancing di pinggir Pantai dan memancing ke tengah laut. Selanjutnya ada Pantai Pasut di Desa Pasut Kecamatan Kerambitan dengan komunitas Ocean Fishing Tourism-nya. 

Dan akhirnya Ocean Fishing Tourism Tabanan awalnya dirintis pada awal masa Pandemi Covid-19  yakni tahun 2020 lalu. 

"Tujuan awal yakni supaya masyarakat  yang saat Pandemi banyak yang dirumahkan dan tidak penghasilan, bisa memiliki penghasilan lagi. Salah satunya adalah dengan menjadi pemandu aktivitas memancing ke tengah laut ini," terangnya.

Sejak pertama kali diperkenalkan melalui akun media sosial, Arsanayasa menyebutkan minat pemancing untuk menjajal aktivitas memancing di tengah laut sangat besar.

Bahkan sampai saat ini, dikatakan Arsanyasa sudah ada kelompok pemuda yang khusus melayani aktivitas memancing ini.

"Untuk satu kali jalan dengan perahu ini, dikenakan biaya sebesar Rp 750 ribu per 10 jam, biasanya satu perahu bisa sampai empat orang," lanjutnya.

Untuk hasil tangkapan, jika beruntung, pemancing bisa mendapatkan jenis ikan karang, seperti kerapu, layur, giant trevally, dan ikan pari. Jenis tangkapan di Pantai Pasut ini diakui Arsanayasa cukup beragam dan melimpah, sehingga pemancing kemungkinan bisa membawa ikan ke darat.

Selain Pantai Pasut, ada satu lagi destinasi memancing yang baru dikembangkan di kawasan pesisir Selatan Kabupaten Tabanan, yakni Pantai Yeh Gangga, yang berlokasi di Desa Sudimara, Kecamatan Tabanan. 

Bendesa Adat Yeh Gangga, I Ketut Dolia, mengakui memancing di tengah laut, menjadi salah satu potensi di Pantai Yeh Gangga yang baru dikembangkan sejak tahun 2023 lalu. Karena sebelumnya Pantai Yeh Gangga dikenal sebagai destinasi wisata pantai bagi masyarakat Tabanan.

"Untuk aktivitas memancing ke tengah laut, pemancing bisa melakukannya di Pantai Yeh Gangga. Caranya mereka bisa menyewa perahu nelayan mulai dari Rp 500 ribu sudah langsung diantar oleh nelayan ke tengah laut," ungkapnya. ***

 

Komentar